"Hanya dengan berbagi hidup akan terasa lebih berarti"
“Wahai manusia, janganlah sekali-kali merasa kesepian diatas jalan kebenaran hanya disebabkan sedikitnya orang yang berada disana. Sesungguhnya kebanyakan manusia telah berkumpul menghadapi hidangan yang hanya sebentar saja kenyangnya namun lama sekali laparnya" (Ali Bin Abi Thalib)
Minggu, 28 November 2010
Doa Rabithah
Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela
"Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS. Al-Anfal:63)
-Izzatul Islam-
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela
"Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS. Al-Anfal:63)
-Izzatul Islam-
Ketika Akhwat Jatuh Cinta
Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...
Bukankah cinta adalah fitrah manusia???
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???
Mereka juga punya hati dan rasa...
Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya??? Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...
Namun sebaliknya...
Ketika Akhwat Jatuh Cinta...
Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap... Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...
Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu… Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai… Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah… Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…
Ketika Akhwat Jatuh Cinta…
Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…
Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…
Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…
Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya… Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan....
Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta… Karena yang ada adalah penderitaan…
Tapi ukhti… Bersabarlah… Jadikan ini ujian dari Rabbmu…
Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…
Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…
Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…
Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…
Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...
Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…
Semua Akan Indah Pada Waktunya…
Kamis, 25 November 2010
Rabu, 24 November 2010
Siaga Bencana (Cuap-cuap Syalala Bum-bum)
“Kami para ahli bukannya ingin menakut-nakuti, tapi memang dari hasil penelitian kami, energy dalam perut bumi ini belum sepenuhnya keluar, masih ada sekitar 2/3 energi dalam perut bumi yang menunggu waktu untuk dikeluarkan. Kami memprediksi kekuatan gempa akibat pelepasan energy ini bisa mencapai 8,9 SR dan berpotensi Tsunami, di daerah Mentawai, Padang serta pesisir barat Sumatera Barat” Kurang lebih begitulah pernyataan dari salah seorang Tim Ahli LIPI di salah satu stasiun TV Nasional tadi pagi. Ahh… ini ibarat sebuah “Pesan Kematian” buat warga Sumatera barat. Sebenarnya bukan kali ini saja rumor ancaman gempa Megathrust ini beredar di masyarakat Sumatera barat. Beberapa saat setelah gempa 7,9 SR 30 September 2009 lalu, isu ini sudah mulai mencuat ke permukaan. Namun lambat laun mulai reda seiring berjalannya waktu, entah apakah karena warga memang sudah lupa atau pura – pura lupa. Atau mungkin karena semua sibuk menata kembali puing – puing bangunan rumah mereka yang telah rata dengan tanah. Sibuk menata kembali impian dan harapan agar bisa hidup lebih baik lagi pasca gempa besar ini.
| Matahari Bercincin Pelangi di Langit Kota Padang 21 Oktober 2010 |
Dari hasil sercing dan gugling, akhirnya ada juga penjelasan ilmiah tentang fenomena alam yang satu ini. Cincin pelangi yang mengelilingi matahari sebenarnya merupakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer. Pada musim hujan, partikel uap air ada yang naik ke atmosfer. Partikel air ini memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya matahari. Sama seperti proses terbentuknya pelangi sesaat setelah hujan. Pada siang hari, saat posisi matahari sedang tegak lurus terhadap bumi, maka cahaya yang dibelokkan lebih kecil. Itu sebabnya yang tampak di mata masyarakat yang kebetulan menyaksikannya adalah lingkaran gelap di sekeliling matahari. Tuh kan, berfikir yah berfikir, enggak yah enggak, jangan berfikir yang enggak – enggak :P
Kekhawatiran itu akhirnya terjawab sudah. Pada hari senin, 25 Oktober 2010 pukul 21.42 WIB, 78 kilometer Barat Daya Pagai Selatan, Mentawai, Sumatera Barat terjadi gempa dengan kekuatan 7,2 SR dan gelombang pasang (tsunami) setinggi 3 -7 m. Ironisnya, berita ini baru diketahui belakangan sebab sebelumnya sesaat setelah gempa, BMKG menetapkan status gempa berpotensi tsunami namun segera dicabut karena ternyata bahaya yang dimaksud tidak kunjung terjadi di kota Padang. Yah, ternyata parameternya adalah kota Padang. Gelombang pasang yang sebelumnya diperkirakan terjadi di pesisir pantai barat kota Padang akibat gempa ini, ternyata tidak ada. Makanya status siaga tsunami pun serta merta dimentahkan. Mereka sama sekali tidak memperhitungkan ancaman bagi daerah yang notabene sangat dekat dengan pusat gempa yaitu Mentawai.
![]() |
| Salah Satu Titik Gempa |
Dan memang terbukti bahwa wilayah itu memang telah disapu oleh tsunami. Sekalipun memang tidak sedahsyat gelombang yang telah meluluhlantakkan Aceh 2004 silam. Namun tetap saja ada ratusan nyawa yang melayang, ada ratusan warga yang hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya dan ada ribuan kepala yang harus berteduh di tenda pengungsian. Data terakhir korban meninggal akibat gempa ini sebanyak 112 orang, hilang sebanyak 502 orang dan mengungsi sekitar 4000 orang. Angka ini sepertinya masih akan terus bertambah. Hingga saat ini, rabu, 27 Oktober 2010, pihak BMKG telah mencatat 95 kali gempa susulan, dan diprediksi keadaan ini akan terus berlanjut hingga satu bulan ke depan. Astagfirullah….Allahu akbar…La Haula Wala Quwwata Illa Billah. Lagi – lagi kita harus kembali pada istilah “Serahkan semua pada ahlinya”.Seorang teman berkata, ini baru awal kawan. Bersiaplah untuk menghadapi getaran yang lebih dahsyat lagi (wuiihhh….) Kalau memang benar prediksi para ahli itu, artinya kita harus bersiap untuk “bergoyang” lebih “heboh” lagi :hammer:
Di sini saya hanya ingin berkata (pasti kalian juga sangat tau akan hal ini), yang namanya ajal, bisa datang kapan pun di mana pun dan dalam kondisi apapun. Saat waktu itu tiba, tak ada satu pun yang dapat mengelak. Tak satu pun dari kita yang dapat menghindar. Semua telah tertulis rapi dalam buku takdir kita masing – masing. Ikhlaskan semuanya, pasrahkan semuanya kepada Sang Penulis tak perlu menangis. Don’t despair and never loose hope, cause Allah is always by your side. Insya Allah we’ll find the way ^_^
Wallahu’alam Bissawab.
-Riani-
Langganan:
Postingan (Atom)



